Manfaat Kesehatan Buah Delima

Manfaat Kesehatan Buah Delima

Buah delima adalah buah yang lezat, berair, dan isinya mirip permata yang mengandung vitamin, mineral, dan serat. Temukan apa lagi yang membuat buah delima ini sangat menyehatkan.

Delima adalah buah bulat dengan kulit keras, merah-kuning mengkilap. Belah menjadi dua untuk memeperlihatkan bijinya yang seperti permata, yang dikenal sebagai arils, yang dapat dimakan mentah atau dijus.

Saat memilih buah delima, carilah yang memiliki kulit mengkilap, yang terasa berat untuk ukurannya, karena biasanya mereka berair.

Manfaat gizi buah delima

Delima adalah sumber serat yang baik serta mengandung vitamin A, C, beberapa vitamin B dan mineral seperti kalsium, kalium dan zat besi.

Dua senyawa dalam buah delima – punicalagins dan asam punicic – bertanggung jawab atas sebagian besar manfaat kesehatan buah delima. Delima juga memiliki aktivitas antioksidan tiga kali lebih tinggi daripada anggur merah dan teh hijau.

Bisakah buah delima meningkatkan kesehatan tulang?

Dua penelitian dari tahun 2014 dan 2015 telah menunjukkan bagaimana konsumsi buah delima memiliki efek pencegahan terhadap keropos tulang pada tikus, tetapi ini belum direplikasi dalam uji coba pada manusia.

Bisakah buah delima meningkatkan kinerja atletik?

Kandungan antioksidan dari buah delima dan jus delima dapat meningkatkan daya tahan dan kinerja aerobik pada atlet, menurut sebuah studi di Journal of Nutrition and Metabolism, data tersebut didapatkan dari konsumsi 500 ml jus delima dikonsumsi oleh atlet selama 15 hari. Studi lain juga menunjukkan bahwa ekstrak delima meningkatkan kinerja dalam 30 menit setelah konsumsi untuk kegiatan lari namun tidak konstan.

Apakah buah delima memiliki efek antiinflamasi?

Ada berbagai penelitian tentang sifat anti-inflamasi dari buah delima. Penelitian awal telah mengindikasikan bahwa buah ini dapat membantu melawan peradangan di usus, sementara penelitian lain telah melihat potensi efek anti-inflamasi dari asam punicic dari minyak biji delima pada sel kanker payudara. Sebuah makalah dalam Journal of Research in Medical Sciences juga melaporkan sebuah percobaan kecil di mana pasien dengan diabetes tipe 2 mengonsumsi jus delima setiap hari dan menunjukkan lebih sedikit mengalami peradangan dalam darah mereka setelah 12 minggu. Meskipun semua penelitian ini menjanjikan, penelitian lebih lanjut diperlukan sebelum buah delima dapat diklaim memiliki efek anti-inflamasi.

Bisakah buah delima mengurangi risiko penyakit jantung dan menurunkan tekanan darah?

Sebuah studi tahun 2013 mempertimbangkan efek mengonsumsi 150 ml jus delima setiap hari selama dua minggu pada pasien hipertensi, dan menemukan tekanan darah yang menurun. Studi lain dari tahun 2005 menemukan bahwa minum jus buah delima dapat meningkatkan aliran darah ke jantung pada pasien dengan penyakit jantung koroner. Namun, seperti yang ditunjukkan NHS, studi dengan begitu sedikit peserta perlu direplikasi dengan ukuran sampel yang lebih besar sebelum mereka dapat mengkonfirmasi efek langsung.

Bisakah buah delima meningkatkan daya ingat?

Penelitian tentang bagaimana buah dan jus delima dapat mempengaruhi fungsi kognitif masih dalam tahap awal. Satu percobaan kecil meminta peserta dengan usia yang kebih muda karena lebih sedikit mengeeluhkan memori untuk minum 8oz jus delima setiap hari, dan menemukan peningkatan dalam tugas verbal dan visual setelah empat minggu. Penelitian lain menunjukkan bahwa jus delima dapat memiliki manfaat kognitif pada tikus. Sekali lagi, penelitian yang lebih kuat diperlukan sebelum klaim kesehatan dapat dibuat untuk buah delima dan memori.

Dapatkah buah delima mempengaruhi obat yang sedang dikonsumsi?

Ada beberapa laporan jus delima dan delima mempengaruhi obat-obatan tertentu, termasuk obat tekanan darah tinggi dan statin. Selalu periksa dengan dokter Anda terlebih dahulu sebelum mengonsumsi buah delima, atau jusnya, jika Anda minum obat yang diresepkan.

Back to Top