Manfaat Kesehatan dari Salmon

Manfaat Kesehatan dari Salmon

Salmon menganding nutrisi yang padat dan termasuk dalam ‘superfood’. Ahli gizi Jo Lewin menjelaskan mengapa ikan berminyak ini dapat menjadi bagian penting dari diet sehat.

Ikan dan kerang sangat penting dalam nutrisi manusia sejak zaman prasejarah. Budidaya ikan adalah praktik lama, orang-orang Asyur dan Romawi kuno memelihara ikan di kolam. Selama ribuan tahun, orang-orang Cina memelihara ikan menggunakan sawah mereka pada periode di mana sawah terairi. Sepanjang sejarah, ikan dan kerang telah menjadi sumber kekuatan ekonomi dan selama beberapa dekade terakhir, konsumsi ikan per kapita telah meluas di seluruh dunia.

Selain dikonsumsi saat ikan masih segar, teknik seperti diasapi dan diasinkan telah dipergunakan untuk mengawetkan salmon. Hingga hari ini, salmon asap dinikmati sebagai hidangan tradisional di masakan Federasi Rusia, Inggris, dan Skandinavia.

Varietas salmon

Varietas salmon biasanya diklasifikasikan berdasarkan laut di mana mereka berada. Di Pasifik mereka dianggap sebagai bagian dari genus Oncorhynchus, dan di Atlantik mereka termasuk dalam genus Salmo. Hanya ada satu spesies Atlantik yang bermigrasi tetapi lima spesies salmon Pasifik yang ada: chinook (atau raja), sockeye (atau merah), coho (atau perak), pink dan chum. Di Inggris, sumber utama salmon adalah dari Skotlandia selain Salmon Alaska liar.

Daging ikan salmon biasanya berwarna merah muda tetapi warnanya dapat berkisar dari merah hingga oranye. Varietas chinook dan sockeye lebih gemuk daripada pink dan chum, yang merupakan daging favorit untuk steak dan fillet, sementara coho belum tereksplore. Salmon pink digunakan untuk makanan kaleng. Salmon Chinookadalah yang terbesar dan sockeye merupakan salmon terkecil. Karena berbagai parameter, potongan dan ukuran fillet bervariasi.

Daging ikan salmon biasanya berwarna merah muda tetapi warnanya dapat berkisar dari merah hingga oranye. Varietas chinook dan sockeye lebih gemuk daripada pink dan chum, yang merupakan daging favorit untuk steak dan fillet, sementara coho belum tereksplore. Salmon pink digunakan untuk makanan kaleng. Salmon Chinookadalah yang terbesar dan sockeye merupakan salmon terkecil. Karena berbagai parameter, potongan dan ukuran fillet bervariasi.

Informasi gizi

Ikan dan kerang padat nutrisi, tidak terkecuali salmon. Salmon adalah sumber protein, vitamin, dan mineral berkualitas tinggi (termasuk kalium, selenium, dan vitamin B12), tetapi kandungan asam lemak omega-3 yang paling banyak mendapat perhatian, dan memang seharusnya begitu. Lemak esensial inilah yang bertanggung jawab atas reputasi ikan berminyak ini sebagai ‘makanan otak’ yang berharga.

Catatan tentang asam lemak omega-3

Lemak omega-3 yang paling berguna terdapat secara alami pada ikan berminyak ini dalam bentuk asam eikosapentanoat (EPA) dan asam docosahexanoic (DHA). Asam lemak ini dianggap berkontribusi pada fungsi otak, jantung, sendi, dan kesehatan secara umum. Gagasan bahwa mengkonsumsi ikan dapat mengurangi risiko penyakit jantung dimulai pada 1970-an dan 1980-an tercatat bahwa di antara orang Eskimo di Arktik Greenland (yang sering mengkonsumsi hewan laut sebagai dietnya), sangat rendah berpotensi mengalami penyakit jantung. Selain penyakit jantung, para ilmuwan kini sedang menyelidiki peran konsumsi ikan dalam melindungi kita dari beberapa jenis kanker serta banyak penyakit kronis termasuk penyakit Alzheimer, asma, depresi, diabetes, tekanan darah tinggi, degenerasi makula, sklerosis multipel, dan reumatoid. radang sendi.

Omega-3 disebut sebagai asam lemak esensial karena tubuh tidak dapat membuatnya sendiri, sehingga harus diperoleh dari makanan. Untuk mengoptimalkan persediaan lemak esensial yang kaya akan EPA dan DHA dalam tubuh Anda, cobalah makan ikan berminyak seperti salmon, mackerel, sarden, herring dan tuna segar secara teratur. Pedoman Departemen Kesehatan menyatakan bahwa kita harus mengkonsumsi ikan setidaknya dua kali seminggu dengan setidaknya satu porsi varietas ikan berminyak, seperti salmon. Untuk wanita hamil dan menyusui ada panduan khusus. EPA dan DHA penting untuk bayi Anda dalam mengembangkan sistem saraf pusat, termasuk otak, sehingga mereka memberikan kontribusi berharga untuk diet seimbang yang sehat selama kehamilan, tetapi ikuti saran NHS mengenai jumlah yang akan dikonsumsi.

Cara memilih dan menyimpan salmon 

Salmon dapat dibeli sebagai steak atau fillet, segar atau beku, kalengan atau asap. Salmon segar harus memiliki kulit yang halus dan lembab. Jika dijual utuh, matanya harus cerah dan jernih, tidak keruh atau cekung. Andalkan indera penciuman Anda untuk memberi tahu Anda apakah ikan itu segar atau tidak. Jika Anda tidak bisa makan salmon segar dalam beberapa hari, yang terbaik adalah membekukannya. Setelah beku, cairkan dan jangan dibekukan lagi.

Keamanan

Peternakan ikansalmon kini berkontribusi besar untuk konsumsi salmon yang semakin banyak. Ikan salmon liar (bukan yang diternakkan) lebih unggul dalam banyak. Salmon liar juga ditemukan memiliki residu pestisida yang lebih sedikit daripada yang dibudidayakan, namun penelitian gagal membuktikan bahwa memakan ikan yang dibesarkan di peternakan menimbulkan masalah yang signifikan. Salmon asap dipandang sebagai makanan yang aman untuk dikonsumsi selama kehamilan.

Ikuti aturan keamanan pangan yang sama untuk salmon seperti yang Anda lakukan dengan daging mentah atau unggas. Pastikan dimasak sepenuhnya dengan mengukurnya pada titik paling tebal dan masak selama 10 menit per inci. Salmon yang dimasak dengan benar akan memiliki daging yang keras pada bagian luar tetapi lembut di dalamnya.

Back to Top